JAKARTA - Kemacetan panjang yang melanda Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, akibat genangan air pasca hujan tidak hanya sekadar menguji kesabaran, tetapi juga mengganggu mobilitas dan aktivitas harian para pengendara. Banyak dari mereka yang terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam di jalan, mengubah rencana dan jadwal perjalanan mereka.
Budi Santoso, seorang pengendara yang terjebak dalam kemacetan, mengungkapkan kekecewaannya. "Saya seharusnya sampai di tujuan dalam waktu 30 menit, tapi karena macet ini, sudah hampir dua jam saya masih di sini. Rencana meeting jadi berantakan," keluhnya saat diwawancarai.
Dampak serupa dirasakan oleh pengemudi angkutan umum. Seorang sopir angkutan kota mengaku pendapatannya menurun drastis akibat kemacetan. "Satu kali jalan biasanya bisa bolak-balik beberapa kali, sekarang sekali jalan saja bisa makan waktu berjam-jam. Penghasilan jelas berkurang," ujarnya.
Gangguan mobilitas ini juga berpotensi mempengaruhi produktivitas secara keseluruhan. Keterlambatan dalam distribusi barang dan jasa, serta menurunnya efisiensi waktu kerja, menjadi konsekuensi logis dari insiden kemacetan yang berulang di titik rawan seperti Daan Mogot.
Dengan seringnya kejadian serupa, diperlukan upaya lebih sistematis dari pihak berwenang untuk menangani masalah genangan air dan kemacetan di jalur strategis seperti Daan Mogot guna meminimalisir dampak negatifnya terhadap mobilitas dan perekonomian warga Jakarta.