Lusail, Qatar - Suasana menegangkan namun penuh harapan menyelimuti garasi McLaren jelang Grand Prix Qatar. Pembalap andalan mereka, Lando Norris, berada di ambang meraih pencapaian tertinggi dalam karier balapnya, yaitu Gelar Juara Dunia Formula 1.
Peluang itu sangat nyata. Norris membawa amunisi berupa keunggulan 108 poin dari Max Verstappen. Dengan sistem poin sprint yang berlaku di Qatar, peluang untuk mengumpulkan poin semakin terbuka lebar. Setiap sesi, dari kualifikasi, sprint race, hingga balapan utama, menjadi sangat krusial.
Faktor penentu selain kecepatan mobil adalah ketahanan mental Norris sendiri. Menghadapi tekanan sebagai calon juara dunia adalah tantangan yang sangat berbeda. Tim McLaren telah melakukan persiapan ekstra, termasuk sesi konsultasi dengan psikolog olahraga, untuk memastikan Norris tetap fokus dan tenang.
Sejarah juga berbicara. Sirkuit Lusail dikenal sebagai trek yang menuntut presisi tinggi dan manajemen ban yang sempurna. Norris memiliki catatan yang cukup baik di trek ini, yang sedikit banyak memberikan kepercayaan diri tambahan bagi dirinya dan tim.
Strategi tim akan berfokus pada pengambilan poin maksimal, bukan sekadar mengejar kemenangan. Finis di depan Verstappen adalah target utama, terlepas dari posisi podium yang diraih. Pendekatan yang sabar dan kalkulatif ini diharapkan membuahkan hasil yang manis.
Dunia olahraga motor menanti dengan penuh antusias. Perhelatan Grand Prix Qatar bukan lagi sekadar balapan biasa, melainkan sebuah titik balik yang akan dikenang dalam sejarah Formula 1, terutama bagi karier Lando Norris dan kebangkitan tim McLaren.